“Menanam Cinta di Bukit Menoreh #2” -Ngargosari, Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta-

MCBM2

Dewasa ini banyak bencana terjadi di Indonesia, diantaranya banjir dan tanah longsor. Faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut tak terlepas karena faktor alam dan faktor manusia. Desa Ngargosari, Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta merupakan salah satu daerah di lereng Menoreh yang mempunyai potensi bencana tanah longsor. Oleh sebab itu, diperlukan adanya perhatian khusus untuk mengurangi kemungkinan terjadinya bencana, salah satunya dengan memperbanyak pohon sebagai penyokong tanah. Berangkat dari hal tersebut, tercetuslah kegiatan “Menanam Cinta di Bukit Menoreh (MCBM) #2. Di samping itu itu,  Sahabat Lingkungan (Sha-Link) WALHI Yogyakarta juga ingin merangkul generasi muda Yogyakarta dalam upaya penumbuhan kesadaran agar generasi penerus menjadi generasi yang  secara  aktif  menjaga kelestarian alam.Dengan memanfaatkan momen bulan yang dikenal penuh kasih sayang “Februari”, generasi penerus harus mempunyai cara pandang bahwakasih sayang tidak selamanya ditunjukkan kepada seseorang ataupun beberapa orang yang disayangi, tetapi kasih sayang juga harus diberikan kepada alam sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan penanaman ini merupakan salah satu agenda yang diharapkan terus berlanjut tiap tahun sebagai bentuk akan kepedulian terhadap Menoreh setelah kegiatan serupa juga telah berhasil dilaksanakan tahun 2013 tepatnya di dusun Selorejo, Ngargoretno, Salaman, Magelang.

Aksi yang awalnya direncanakan berlangsung tanggal 16 Februari 2014 ini terpaksa harus diundur hingga 23MCBM2 1 Februari 2014 karena kondisi medan yang kurang memungkinkan akibat dampak abu Gunung Kelud. Meskipun begitu, hal tersebut tak menyurutkan semangat peserta aksi, terbukti sebanyak 50 peserta aksi baik dari rekan-rekan Sahabat Lingkungan ataupun volunteers tiba di lokasi pukul 09.00 WIB. Satu jam kemudian, setelah ramah tamah dengan warga, peserta aksi dikondisikan dan dibagi menjadi 5 kelompok . Dengan dipandu karang taruna serta warga desa setempat, peserta aksi melakukan penanaman di titik-titik yang telah ditentukan. Sebanyak 448 bibit pohon yang terdiri dari bibit alpukat 94, asem jawa 13, sirsak 112, durian 143, duwet 35,  klampok 1, preh 2, jambu biji 8, srikaya 23, matoa 2, rambutan 10 dan kluweh 5 buah telah dipersiapkan untuk ditanam. Peluh yang bercucuran serta rasa lelah yang terasa akibat medan yang terjal dan cukup jauhnya titik penanaman perlahan hilang ketika peserta merasakan segarnya udara Menoreh, dimanjakan dengan pemandangan luar biasa dari atas Menoreh serta berhasil menyatukan bibit-bibit pohon yang dibawa dengan bumi.

MCBM2 2 MCBM2 3

Pengelolaan hutan dan air menjadi hal yang mutlak dilakukan masyarakat mengingat daerah Ngargosari merupakan daerah rawan longsor, seperti yang disampaikan oleh Pak Suyono selaku perwakilan dari warga dan kelompok tani setempat pada sesi diskusi selepas acara penanaman selesai. Mas budi selaku perwakilan karang taruna menambahkan jika perhatian kepada alam dapat terwujud dengan memulai dari diri sendiri, paling tidak dimulai dari aksi di Ngargosari ini, beliau berharap kegiatan sejenis dapat terus dilangsungkan ke depannya. Peserta aksi pun berharap pohon yang ditanam dapat dirawat dengan baik oleh masyarakat sekitar agar manfaat pohon sebagai penyokong tanah, penyedia air, oksigen serta penunjang kehidupan dapat dirasakan oleh masyarakat. Menyadari peserta aksi berasal dari latar belakang dan daerah yang berbeda, Direktur WALHI Yogyakarta berpesan agar semangat yang dimiliki peserta aksi dapat terus dijaga hingga ke daerah masing-masing sehingga peserta dapat menjadi pioneer yang selalu memperhatikan lingkungan. Dan akhirnya, pengabadian momen kebersamaan aksi menjadi penutup yang indah di sore itu.

Sistem “Donasi Pohon yang merupakan bagian dari program DonasiHijo WALHI Yogyakartamenjadi salah satu sarana untuk menggalang partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini. Donasi yang terkumpul dalam  aksi penanaman digunakan untuk keperluan operasional kegiatan penanaman, seperti pengadaaan bibit, pupuk, polybag, dsbnya. Diharapkan kegiatan penanaman ini bukan hanya sekedar menjadi agenda penanaman, tetapi akan ada keberlanjutan perawatan dan pemantauan tumbuh kembangnya pohon yang ditanam. Dengan adanya aksi, diskusi dan edukasi kepada masyarakat di Ngargosari harapan akan keharmonisan antara masyarakat sekitar dengan alam menjadi hal yang dapat diwujudkan. Salam lestari!

Search